cara instalasi linux gentoo

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu siapkan sebuah installer cd atau live cd linux gentoo (atau bisa pake livecd distro apa ajah) untuk keperluan booting, kemudian setting jaringan komputer, pastikan anda bisa terhubung ke internet untuk mendownload apa2 saja yang diperlukan saat penginstalan. Kalo komputer kita ga terhubung ma jaringan, mungkin lebih mudahnya kita bisa pake cd installer linux gentoo yang telah tersedia snapshots + stages di dalamnya. Berikut ini adalah langkah2 sederhana yang mungkin bisa sedikit membantu kita saat menginstall gentoo.

== Agar saat proses penginstalan, komputer kita ga dipake sembarangan ma orang laen, kita bikin password root-nya dulu yuk :
livecd root # passwd

== Buatlah partisi hardisk yang akan ditempati oleh sytem Linux, agar mudah, bisa pake perintah :
livecd root # cfdisk

cfdisk 2.12r

Disk Drive: /dev/hda
Size: 80026361856 bytes, 80.0 GB
Heads: 255 Sectors per Track: 63 Cylinders: 9729

Name Flags Part Type FS Type [Label] Size (MB)
———————————————————————————–
hda1 | Boot | Primary | NTFS | 8249.96
hda2 | – | Logical | Linux swap / Solaris | 518.20
hda3 | – | Logical | Linux ReiserFS | 9969.04

 

[Bootable] [ Delete ] [ Help ] [Maximize] [ Print ] [ Quit ] [ Type ] [ Units ] [ Write ]
Toggle bootable flag of the current partition

Lalu tentukan pula jenis file systemnya (ReiserFs, ext.3. dsb). Bikin juga swapfile pada partisi yang berbeda, minimal ukuran swapfile dua kali ukuran kapasitas memory ram.

== Jika berhasil maka :
livecd ~ # fdisk -l /dev/hda

Disk /dev/sda: 599.9 GB, 599978409984 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 72943 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System

/dev/hda1 1 1003 8056566 7 HPFS/NTFS

/dev/hda2 13 110 787185 82 Linux swap / Solaris
/dev/hda3 111 72943 9735358+ 83 Linux

== Jangan sampe lupa untuk mengaktifkan swapfile yang telah kita buat :
livecd ~ # swapon /dev/hda2

== Proses persiapan awal telah selesai, selanjutnya kita akan mencoba masuk ke dalam partisi yang kita buat tadi, ketikkan perintah :
livecd ~ # mount /dev/hda3 /mnt/gentoo
livecd ~ # cd /mnt/gentoo
livecd gentoo #

== Bila kebetulan kompi kita terhubung langsung ma internet, kita bisa download di mirror2 kesayangan, caranya :

livecd gentoo # wget ftp://gentoo.osuosl.org/pub/gentoo/releases/x86/current/stages*tar.bz2

– habis download jangan lupa diekstrak, kalo dalam cd installernya dah ada, maka tinggal ekstrak ajah :
livecd gentoo # tar -xvjpf /mnt/cdrom/stages/stages*.tar.bz2

== Setelah selesai proses ekstrak, masuk ke /mnt/gentoo/usr/
livecd gentoo # cd /mnt/gentoo/usr
livecd usr #

== Saatnya kita mengekstrak portage snapshots
bisa download via internet atau dari snapshots yang tersedia dalam cd, kalo mau download :

livecd usr # wget http://gentoo.osuosl.org/snapshots/portage-latest.tar.bz2

– habis download jangan lupa diekstrak, kalo ngambil dari cd + ekstrak :
livecd usr # tar -xvjpf /mnt/cdrom/snapshots/portage-*.tar.bz2

== System awal udah terbentuk, sekarang kita masuk ke dalamnya :
livecd usr # cd /
livecd / # mount -t proc proc /mnt/gentoo/proc
livecd / # chroot /mnt/gentoo
livecd / # env-update && source /etc/profile
>>> Regenerating /etc/ld.so.cache…

== Ok, sekarang kita udah masuk dalam system sederhana kita, next kita perlu mengkonfigurasikan kernel agar sesuai ama hardware komputer yang kita miliki, ada dua cara untuk mengkonfigurasikan kernel, yaitu manual atau dengan bantuan genkernel. Tips sebaiknya kita pake yang manual aja untuk optimasi, karena kalo pake genkernel hampir semua paket modul akan dibangun. Setting secara manual :
livecd etc # emerge gentoo-sources
livecd etc # cd /usr/src/linux
livecd linux # make menuconfig
(Configure your kernel)
livecd linux # make && make modules_install
livecd linux # cp arch/i386/boot/bzImage /boot/kernel

== Edit fstab untuk pengenalan apa saja yang akan di load saat booting :
livecd linux # nano -w /etc/fstab
# <fs> <mountpoint> <type> <opts> <dump/pass>

/dev/hda3 | / | reiserfs | noatime,notail | 1 1
/dev/hda2 | none | swap | sw | 0 0
/dev/cdroms/cdrom0 | /mnt/cdrom | iso9660 | noauto,ro | 0 0
/dev/fd0 | /mnt/floppy | auto | noauto | 0 0
proc | /proc | proc | defaults | 0 0
shm | /dev/shm | tmpfs | nodev,nosuid,noexec | 0 0

== Install system logger seperti syslog-ng dan cron daemon seperti vixie-cron, kemudian disetting agar langsung aktif saat booting :
livecd linux # cd /
livecd / # emerge syslog-ng vixie-cron
livecd / # rc-update add syslog-ng default
livecd / # rc-update add vixie-cron default

== Sebelum kita keluar dari livecd (reboot) sudah semestinya kita instal bootloader, ada dua jenis bootloader, yaitu grub dan lilo. Kita akan mencoba menginstall grub terlebih dahulu :
livecd / # emerge grub
livecd / # nano -w /boot/grub/grub.conf

#
# Sample boot menu configuration file
#
# Boot automatically after 30 secs.
timeout 30
# By default, boot the first entry.
default 0
# Fallback to the second entry.
fallback 1
# For booting GNU/Linux
title Gentoo
root (hd0,2)
kernel /boot/kernel root=/dev/hda3
#initrd /initrd.img
# For booting Windows NT or Windows95
title Windows XP
rootnoverify (hd0,0)
makeactive
chainloader +1

livecd / # grub

Probing devices to guess BIOS drives. This may take a long time.
grub> root (hd0,2)
Filesystem type is reiserfs, partition type 0×83
grub> setup (hd0)
Checking if “/boot/grub/stage1″ exists… yes
Checking if “/boot/grub/stage2″ exists… yes
Checking if “/boot/grub/e2fs_stage1_5″ exists… yes
Running “embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)”… 16 sectors are embedded.
succeeded
Running “install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+16 p (hd0,0)/boot/grub/stage2 /boot/grub/menu.lst”… succeeded
Done.
grub> quit

== Menggunakan lilo
livecd / # emerge lilo
livecd / # nano -w /etc/lilo.conf

boot=/dev/hda
prompt
timeout=50
default=gentoo
image=/boot/kernel
label=Gentoo
read-only
root=/dev/hda3
livecd / # lilo
Added Gentoo *

== Alhamdulillah akhirnya kita sampe pada tahap akhir yaitu keluar dari cd installer (livecd) dan reboot :
livecd / # exit
livecd / # umount /mnt/gentoo/proc /mnt/gentoo
livecd / # reboot

== Sebenarnya langkah-langkah diatas sudah selesai, tetapi untuk menambahkan berbagai fitur atau paket yang laen sepert kde, gnome, dhcpcd, atau banyak laennya, maka kita perlu menginstalnya sendiri satu per satu. Bila kita memiliki cd packages untuk gentoo, wah itu lebih bagus karena kita tidak perlu susah-susah untuk download (maklum bandwidth yang minim).

== Selamat mencoba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: